Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

Dongkrak Harmonika

Dongkrak harmonika merupakan salah satu jenis alat angkat yang dibuat dari beberapa pelar baja, dimana titik pusatnya digerakkan dengan sebuah batang berulir. Dongkrak harmonika dapat dilipat dan dapat digunakan untuk mengangkat beban hingga 300-500 kg. Tinggi angkat dongkrak harmonika ditentukan oleh panjang lengan baja atau panjang pelat baja dan batang ulir yang digerakkan secara mekanis oleh operator ketika akan digunakan untuk mengangkat kendaraan.

Pengoperasian dan perawatannya yang sangat sederhana merupakan salah satunkeuntungan pengguna dongkrak harmonika. Kekurangannya tidak dapat digunakan untuk kendaraan-kendaraan berat.

Karena didesain hanya untuk digunakan pada kendaraan ringan, jangan menggunakan dongkrak harmonika untuk mengangkat kendaraan yang memiliki berat lebih dari daya maksimumnya. Bila dipaksa maka sambungan-sambungan pada lengan angkat dongkrak tersebut akan rusak. Kendaraan yang diangkat pun bias jatuh secara tiba-tiba sehingga dapat mencelakakan mekaniknya.

Sebelum mengangkat sebuah kendaraan dengan dongkrak harmonika, pastikan bahwa kendaraan tersebut berada pada kondisi aman, tidak akan berjalan maju atau mundur ketika atau setelah diangkat. Oleh sebab itu pastikan bahwa tuas rem parkir sudah ditarikdan rem parkir sudah bekerja. Selain itu an jug adapt diganjal balok kayu ketika kendaraan tersebut diangkat.

Cara menggunakan dongkrak harmonica adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan kendaraan berda pada kondisi aman, tarik tuas rem parkir untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja.
  2. Dongkrak narmonika diletakkan tegak lurus dengan titik tumpu kendaraan, misalnya pada aksel atau komponen suspensi.
  3. Pasang batang pemutar pada dongkrak harmonica.
  4. Putar batang berulir searah jarum jam hingga kendaraan terangkat sesuai kebutuhan.
  5. Pasang jack stand pada bagian yang aman dan tidak merusak komponen kendaraan.
  6. Setelah perbaikan selesai, turunkan kendaraan dengan memutar batang berulir dongkrak harmonika berlawanan arah jarum jam.

Untuk merawat dongkrak harmonika berikan pelumas padat atau gemuk (grease) secara rutin pada poros berulir yang berfungsi sebagai penggerak mekanik guna mengurangi gesekan yang terjadi pada poros berulir tersebut.

LAS TITIK PORTABEL

Mesin las titik portabel sangat praktis penggunaannya karena ringan dan dapat dibawah kemana-mana. Elektroda las titik portabel sama seperti las titik pedal, yakni tembaga khusus yang mudah mengalirkan arus listrik dan tahan terhadap panas yang dihasilkan. Mesin las titik portabel umumnya tidak dilengkapi dengan selang air pendingin karena sifatnya berukuran kecil dan untuk berpindah-pindah tempat yang akan membuatnya menjadi rumit jika dilengkapi dengan bagian pendingin.

Karena lengan penghantar terbatas panjangnya, kapasitas pengelasan dibawah 1.2 mm dengan ketentuan maksimal 5 kali pengelasan selama 1 menit. Bila ketentuan ini dilanggar maka akan dapat terjadi panas yang berlebihan pada mesin itu sehingga mesin menjadi rusak.

Yang perlu diperhatikan ketika akan menggunakan mesin ini adalah bahwa ujung elektroda harus rata dan penjepit pelat (benda kerja) harus kuat.
Cara menggunakan mesin las portabel:

  1. Jepit kedua pelat diantara kedua ujung elektroda dengan kuat.
  2. Tekan saklar dan kemudian lepaskan setelah selesai pengelasan (lama penekanan tergantung ketebalan pelat)


Keselamatan kerja:
  1. Maksimal pengelasan selama 1 menit adalah 5 kali, dengan permukaan elektroda tembaga yang bersih dan rata.
  2. Pada mesin las titik pedal, keran air harus dalam keadaan terbuka pada waktu melakukan pengelasan.
  3. Dianjurkan untuk tidak mengelas menggunakan las titik terhadap benda kerja yang memiliki ketabalan di atas 2 mm.

LAS TITIK PEDAL

Pengelasan merupakan salah satu cara menyambung, menutup ataupun melapis logam dengan jalan mencairkan permukaan logam yang akan disambung dengan menggunakan sumber panas. Sumber panas itu berasal dari arus listrik ataupun gas. Pekerjaan pengelasan di bengkel dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung peralatan las yang lengkap.

Las titik adalah salah satu jenis pengelasan dengan tahanan listrik dimana cara pengelasan dilakukan secara tumpang. Permukaan plat yang akan disambung dengan las titik di tekan satu sama lain dan bersamaan dengan arus listrik sehingga permukaan benda kerja menjadi panas dan mencair karena adanya tahanan listrik.

Pada mesin las titik pedal, ketebalan benda kerja yang dapat dikerjakan adalah 2 mm. Mesin las titik pedal juga dilengkapi pendingin luar, yakni selang air yang berfungsi untuk mendinginkan ujung elektroda dan benda kerja ketika dilakukan pengelasan.

Prosedur penggunaan las titik:

  1. Benda kerja yang akan dilas dijepit pada tempat sambungan dengan sepasang elektroda yang terbuat dari paduan tembaga.
  2. Pedal las titik diinjak sehingga kedua ujung elektroda menekan benda kerja secara vertikal dan terjadi aliran listrik dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat diujung kedua elektroda tersebut.
  3. Karena aliran listrik dalam jumlah besar harus melewati benda kerja yang akan dilas maka pada benda kerja tersebut timbul panas yang menyebabkan bagian penjepit elektroda mencair dan kemudian tersambung.
  4. Arus akan berhenti secara otomatis setelah pengelasan dengan mesin las titik pedal selesai.

Jenis sambungan dengan las titik digunakan untuk mencapai efesiensi kerja yang tinggi pada penyambungan 2 jenis logam, pada konstruksi dengan bentuk yang rumit dan pada konstruksi dengan plat tipis.

Senin, 14 November 2011

PERBEDAAN POMPA DAN KOMPRESOR

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai macam percakapan yang menggunakan kata POMPA. Seperti percakapan di bawah ini:
Percakapan 1:
Ahmad : Budi, kamu punya pompa?
Budi : Kenapa?
Ahmad : Ban sepedaku bagian belakang kempes.
Percakapan2:
Ibu : Ayah, air tidak mengalir.
Ayah : Kenapa?
Ibu : pompa air yang disumur rusak
Ayah : ok, nanti habis pulang kerja ayah beli yang baru.

Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak contoh lain yang menggunakan kata pompa. Pompa (pump) menurut definisi rekayasa mekanika adalah:
Sebuah alat mekanika yang digunakan untuk mengalirkan cairan. Hal ini dilakukan dengan cara menaikkan tekanan sedemikian rupa sehingga sistem fluida (dalam bentuk cairan) itu mempunyai tekanan yang tinggi di sisi hisap pompa, dan tekanan yang rendah di sisi keluar pompa. Mengapa? Karena fluida mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

pompa digunakan untuk mengalirkan fluida dalam bentuk cairan, tidak untuk gas. Meskipun gas juga merupakan fluida, namun fluida gas dan fluida cairan mempunyai dua karakter yang berbeda. Salah satunya adalah reaksi mereka terhadap tekanan. Cairan adalah fluida inkompresibel (tidak dapat ditekan/ tidak berubah volumenya jika mendapat tekanan) sementara gas adalah fluida kompresibel (dapat di tekan).

Pada contoh percakapan di atas, penggunaan kata pompa pada kalimat pertama adalah salah (menurut kaidah rekayasa mekanika). Karena angin (udara) yang mau ditambahkan ke dalam ban itu adalah termasuk fluida kompresibel sementara pompa tidak digunakan untuk mengalirkan fluida kompresibel. Untuk mengalirkan fluida kompresibel, ada ‘istilah’ atau alat lain yang digunakan yaitu kompresor. Jadi, untuk contoh percakapan pertama, kata yang seharusnya digunakan adalah kompresor.

Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida mampu mampat, yaitu gas atau udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk mengalirkan atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat system fisika maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi). Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu dinamik dan perpindahan positif.

Secara prinsip, kedua benda ini sama. Masing-masing terdiri dari motor penggerak dan juga bagian untuk meningkatkan tekanan di sisi hisap dan merendahkan tekanan di sisi keluar. Tapi keduanya tidak sama pada segi aplikasi karena cara peningkatan tekanan tersebut dilakukan dengan dua cara yang berbeda. Kedua alat ini tidak dapat saling dipertukarkan. Kompresor tidak dapat digunakan untuk mengalirkan cairan dan pompa tidak dapat digunakan untuk mengalirkan gas.

Selasa, 18 Oktober 2011

Differential

Differential atau yang lebih dikenal dalam bahasa sehari-hari dengan nama “Gardan” adalah salah satu bagian dari pemindah daya setelah kopling, transmisi, propeller shaft dan poros penggerak.

Gambar 1. Penampang Differential

Bila kendaraan sedang membelok maka roda belakang sebagai roda-roda penggerak (front engine rear drive) atau roda-roda depan (front engine front drive) mempunyai putaran yang berbeda antara roda kiri dan roda kanan. Karena bila mempunyai putaran yang sama akan memunkinkan poros akan patah atau jalannya kendaraan tidak baik disebabkan salah satu ban terseret (ban kiri dan kanan mempunyai sudut putar yang berbeda).

Begitu juga bila kendaraan berjalan pada kondisi jalan yang tidak rata, sehingga gaya geseknya tidak sama maka putaran ban akan mengalami perbedaan. Dengan adanya differential maka kendaraan akan tetap stabil pada saat membelok atau keadaaan jalan yang bagaimanapun. Selain menyeimbankan /mengatur putaran kedua roda saat membelok, differential juga berfungsi untuk menghasilkan momen putar yang lebih besar dan merubah arah putaran poros penggerak (propeller shaft) ke roda dengan sudut 90 derajat.

Gambar 2. Komponen-komponen differential

A. Final Gear

Final gear yaitu perkaitan gigi-gigi penggerak (drive pinion gear/pinion gear) dengan gigi yang digerakkan (ring gear). Dimana final gear berfungsi untuk:

  1. Memperbesar momen
  2. Merubah arah putaran

Momen yang dihasilkan oleh transmisi tidak cukup untuk dapat menggerakkan kendaraan pada saat tertentu oleh karena itu final gear membantu menambah momen sehingga momen yang keluar dari roda-roda penggerak akan lebih besar lagi. Apabila fina gear dibuat tidak berfungsi untuk menambah momen maka diperlukan transmisi dengan bentuk gigi-gigi yang besar untuk mendapatkan momen yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Hal ini mengakibatkan bentuk transmisi menjadi besar dan bagian-bagiannya harus kuat.

Berdasarkan konstruksinya final gear dapat di bedakan yakni;

Gambar 3. Spiral bevel gear,

1. Spiral bevel gear

    Konstruksi jenis ini adalah spiral dimana penempatan pinion gear dengan ring gear terletak satu garis sumbu. Konstruksi ini hanya digunakan pada mobil truk.
    Kerugian:
    - Suara tidak halus
    - Gaya pada gigi besar ( Konstruksi Berat )


Senin, 10 Oktober 2011

PERSIAPAN PANEL PENGECATAN

Persiapan panel adalah persyaratan umum di datam pekerjaan otomotif, baik panel baru maupun panel lama. Pekerjaan persiapan panel adalah semua kegiatan yang dilakukan meliputi perlakuan sebelum pengecatan untuk panel baru dan untuk pemulihan suatu kerusakan atau penggantian panel lama. Pekerjaan persiapan panel sangat penting karena pekerjaan ini berbagai suatu pekerjaan dasar untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik pada top coating (tapisan akhir suatu pengecatan kendaraan). Persiapan panel yang benar kemudian ditanjutkan dengan sistem pengecatan yang batik pula, jelas akan menjamin daya lekat cat. Jika hal ini yang terjadi maka maka pengecatan akan tahan terhadap embun, can dapt mencegah timbutnya karat dikemudian hari.

Tujuan utama persiapan panel adalah berbagai berikut:

  1. Untuk mengembatikan permukaan yang penyok ke posisi semula
  2. Untuk metindungi metal dasar dari karat
  3. Untuk memperbaiki daya lekat dengan pertakuan Lapisan bahan-
    bahan cat berikutnya.

Persiapan panel metiputi:
A. Melindungi panel baru.

Panel baru yang dimaksudkan di sini bukanlah panel yang barn dibuat secara keseluruhan seperti di industri-industri otomotif. Panel baru yang dimaksudkan adalah plat-plat baru yang dipakai berbagai pengganti dari bagian-bagian kendaraan yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini seperti penggantian spatbor (mudgard) batik sebagian atau penggantian secara keseluruhan dengan model yang sudah jadi tinggal menggantikan spatbor yang telah rusak. Kerusakan lain misalnya pintu, kap mesin can lain sebagainya.

Panel yang baru ini sebelum dipasang karena lamanya pekerjaan yang lain, maka untuk mencagah karat perlu dilapisi dengan tapisan yang bercampur dengan asam phosphoric can lanonine. Minyak lanonine diperoleh dari wool biri-biri. Larutan inj hanya untuk mencegah karat sementara terutama jika jangka waktu persiapan agak lama barn melakukan pengecatan. Jika phosphoric can lanonine tidak tersedia, maka panel dapat dilapisi dengan oli bekas. Selama persiapan panel tersebut tidak akan berkarat, akan tetapi panel tersebut hares dibersihkan dengan dioxidine sebelum diprimer.

Jika dioxidine tidak tersedia maka panel barn tersebut dapat dicuci dengan bensin atau thinner A (thinner drom) untuk menghilangkan tapisan pelindungnya. Setetah itu diamplas dengan kertas amplas train atau amplas kering dengan kertas amplas hales nomor 0 atau nomor 1/2. Sesudah itu cuci kembali dengan bensin lalu dilap kering dengan menggunakan majun yang bersih. Panel yang baru ini tidak boleh sekali-kali disentuh lagi dengan tangan telanjang, karena pada tangan terdapat keringat yang mengandung asam atau zat garam yang dapat menyebabkan plat berkarat. Selanjutnya sesudah dilap bersih dicat dengan cat primer yang pertama.

B. Melepas assesoris.

Sebuah kendaraan mempunyai banyak assesoris yang tidak boleh dikenai cat ketika mobil tersebut akan dicat kembati. Oteh karena itu assesoris inj perlu dilepas dengan hati-hati sebetum ditakukan pengecatan. Tidak semua assesoris kendaraan dilepas pada saat kendaraan tersebut akan dicat. Untuk melepas suatu assesoris pertu perhitungan can pertimbangan beberapa hat antara lain berat ringannya kerusakan bodi kendaraan tersebut, jenis dari kendaraan tersebut mewah atau sedang atau biasa, biaya perbaikan can lain sebagainya. berbagai contoh kaca depan, jika disekitar les kaca tidak ada kebocoran yang berat yang perlu perbaikan series, maka sebaiknya kaca depan tidak pertu dibuka. Untuk menghindari karet kaca can kaca itu sendiri dari semprotan cat, maka karet can kaca dapt ditutup dengan kertas penutup can plester cat.
Assesoris –assaesoris yang perlu dilepas adalah sbt:
- Kaca Spion
- Bemper
- Lampu-lampu
- Kaca-kaca
- Karet-Karet Pintu
- Plat Nomor
- Wifer (penghapus Kaca)
- Bateray
- Assesoris lain

C. Mengeluarkan cat lama

Sebelum menyemprotkan cat barn di alas tapisan cat tug sebaiknya diadakan perneriksaan terhadap panel dengan saksama jangan samapai masih ada kerusakan-kerusakannya. Jika suatu kendaraan barn pertama kalif dicat clang (pengecatan kedua kalinya), maka cat kendaraan tersebut masih tipis can kemunokinan retak-retak kept. kendaraan yang demikian cat tuanya tidal pertu cliketuarkan cukup diamptas dengan kertras amptas halos nomor 500 atau 600 kemudian diberi cat dasar (primer surfacer). Akan tetapi jika suatu kendaraan yang sudah beberapa kali dicat clang maka cat can dempulnya sudah bertapis-tapis masuk sehingga tapisan catnya sudah tebat. Suatu tapisan cat yang tebat akan mudah retak sebab itu untuk mendapatkan hasit pengecatan clang yang batik, maka maul tidal maul cat lama harus dikupas atau dihilangkan.

Untuk mengeluarkan atau Mengupas cat lama dapat dilakukan dengan beberapa cara berbagai berikut:
1. Cara mekanik.
Mengupas cat lama dengan cara mekanik dapat dilakukan dengan cara berbagai berikut:
a. Dibakar (Burning off)
Mengupas cat lama dengan membakar adalah suatu cara yang efektif untuk mengeluarkan cat lama dari permukaan panel. Cara mekanik inj menggunakan kompor gas kemudian cat itu dibakat step by step dan sementara itu diskrap dengan menggunakan pisau dempul (putty knife). Nyala api diarahkan ke permukaan cat sehingga cat tersebut mudah dikupas dengan pisau dempul.
Mengupas cat lama dengan menggunakan kompor gas pertu hati-hati, karena pemanasan yang berlebihan akan menyebabkan plat mobil dapat bergelombang. Jika hal ini sampai terjadi maka pekerjaan akan bertambah berat, bertambah lama dan biaya bertambah. jika karena suatu keteledoran sehingga pamanasan berlebihan yang menyebabkan plat bergelombang, maka segeralah menyiram air plat tersebut semasih pangs atau ambit majun yang tetah dibasahi dengan air lalu tempelkan ke plat yang masih panas, maka plat besar kemungkinan akan kembali pada posisi semula.
Panaskanlah plat secara pecan-pecan kemudian kupas tagi talu panaskan lagi kupas lagi begitu terns sambit mernperhatikan apakah plat kendaraan tidal berubah (tidal bergelombang akibat pandas). Kompor gas inj tidal boleh cligunakan di atas permukaan panel seperti hainya pada waktu membakar logam, untuk menghilangkan tapisan-tapisan pengisi dari seketiting sambungan. Hati-hati melakukan pembakaran pada plat yang berdekatan dengan tangki bahan baker atau sebaiknya tepas dulu tangki bensin sebetum melakukan pembakaran.
b. Mesin sander.
Mengupas atau menghilangkan cat lama dapat jugs dilakukan dengan menggunakan mesin sander. Pekerjaan ini adalah suatu cara untuk mengupas cat dengan menggunakan kertas amplas kasar nomor 24 - 36 pada mesin sander.
Mengupas cat dengan menggunakan mesin sander adalah suatu pekerjaan yang lambat. Hal ini disebabkan oleh tertutupnya lubang-lubang kertas amplas dengan bekas-bekas cat yang terlepas. Jika kertas amplas tertutup oleh debu cat, maka harus berhenti sejenak untuk membersihkan kertas amplas dengan sikat baru dimulai lagi mengamplas. Selain itu kertas amplas cepat aus sehingga harus diganti lagi.
c. Pembersihan dengan pasir (Abrasive Blast Cleaning)
Pekerjaan ini adalah suatu cara untuk mengupas cat yang pada umumnya diketahui seperti Sand Blasting (mengupas dengan ledakan). Pembersihan dengan pasir ini yaitu dengan ledakan iij sedikit menyesatkan. Akan tetapi sebenarnya ada cukup banyak partikel-partikel pengamplas/penggosok untuk dipilih. Beberapa diantaranya yang dapat dipilih seperti pasir dan pecahan-pecahan kaca. Mengamplas dengan ledakan terutama sekali digunakan untuk membersihkan kerusakan yang disebabkan oleh api dan karat.
d. Cara konvensional
Mengupas cat lama secara konvensional adalah dengan menggunakan pahat, betel, ring seher bekas. Caranya adalah dengan mengeruk secara pelan-pelan atau step bay step. Cara inj adalah suatu cara mengupas cat lama yang paling lama can membosankan.
2. Cairan pengupas.
Bermacam-macam pengupas cat yang tersedia datam dunia perdagangan tapi dapat diklasifikasikan datam dua kelompok :
a. Pengupas cat yang tajam (caustic base strippers).
Jenis pengupas cat ini adalah paling baik untuk mengupas lapisan cat. Larutan ini berisi bensol, soda api, wax dan bahan tambahan lainnya. Pengupas cat secara kimia ini di pasaran dikenal dengan soda api. Cairan ini dipakai dengan menggunakan kuas besar dengan cara mengulaskan di atas permukaan cat. Dengan lapisan agak tebal dan yakinkan bahwa semua permukaan sudah dipoles dengan rata. Sesudah dua atau tiga jam bahan inj akan meresap ke datam lapisan cat. semalam pada permukaan cat. Keesokan harinya baru disemprot dengan menggunakan air. Untuk memperoleh penekanan yang penuh ke dalam plat maka dilakukan dengan semprotan air yang kuat dan dapat menembus celah dan bagian-bagian yang retak sehingga semua kotoran¬kotoran dan zat yang melekat pada permukaan plat dapat menjadi bersih. Soda api yang melekat tentu lama pada plat dapat merusak plat bahkan mudah berkarat. Sebab itu setelah semua cat terkelupas cucilah permukaan plat atau kendaraan dengan menggunakan deterjen (sabun) kemudian bersihkan dengan air bersih.
b. Solvent base stripper (scrape off)
Pengupas cat jenis ini terbuat dari sejumlah Larutan, antara lain yang terutama adalah Methytine Chloride can Wax yang terdapat larut datam air. Larutan ini terdapat digunakan panda semua cat tetapi lebih efektif panda cat enamel. Penggunaannya adalah dengan mengulaskan cairan ini pada permukaan panel dengan luas yang kecil. Cairan diulaskan di alas permukaan agak tebal, sesudah itu Larutan akan masuk ke dalam pori-pori cat. Sekitar 10 menit kemudian cat mulai mengkerut can pada saat itu harus segera dikupas dengan menggunakan skrap atau pisau dempul. Jika kerutan sudah mengering maka cat tersebut biasanya sulit lagi untuk dikupas dengan menggunakan pisau dempul. Ketika larutan base stripper inj cligunakan pada cat enamel, maka cat akan condong mengkerut. Lapisan cat yang mengerut akan mudah sekali dikupas dengan menggunakan pisau dempul. Sesudah bagian permukaan panel yang tidak terlalu luas itu bersih, kemudian dilanjutkan dengan permukaan selanjutnya dengan cara yang sama. Demikian seterusnya sampai semua cat Lama pada bodi kendaraan dikupas secara keseturuhan. Solvent base (scrapper off) tidak meninggalkan bekas (solvent berisi tarutan wax yang dicuci dengan air) dan ideal untuk mengupas cat pada permukaan logam rnaupun pada permukaan kayu. Air adalah suatu zat yang biasa untuk menetralkan pengupas. Semua hiasan-hiasan, molding sebaiknya dilepas sebelum pengelupasan cat dimulai.

D. Meratakan gelombang pada mobil

Gelombang-gelombang yang dimaksudkan di sini hanyalah gelombang¬-gelombang kecil. Untuk kerusakan-kerusakan yang parah adalah pekerjaan dari seorang ahli ketok dan yang biasanya dikuasai oleh seorang tukang las. Di lapangan atau di bengkel-bengkel tas/ketok dan pengecatan sebenarnya terdiri dari dual profesi, tapi tidal rnenutup kemunokinan sesecrang terdapat mengalami kedua profesi inj. Jadi seorang tukang Las/Ketok juga terdapat menjadi tukang cat. Pada kesempatan ini hanyalah gelombang-gelombang kecil atau kerusakan-kerusakan kecil yang terdapat diperbaiki oleh seorang tukang cat. Jika ada bagian yang akan dilas, maka harus diserahkan pada ahlinya. Jika ketika kendaraan itu mengalami kerusakan yang besar haruslah dikerjakan oleh seorang tukang las/ketok yang profesional. Sebelum meratakan suatu gelombang pada permukaan kendaraan, maka terlebih dahulu mencari di mana terdapat gelombang tersebut panda permukaan panel. Untuk menemukan gelombang panda permukaan panel yang sudah dikupas catnya ada beberapa cara. Cara menemukan gelombang tersebut adalah: pandangan meta, meraba, membandingkan model permukaan panel yang di sebelahnya dan dengan menggunakan mistar yang panjang. Gelombang yang sedikit besar dengan mudah terdapat dikenali. Gelombang kemudian diraba lagi dengan menyapu menggunakan telapak tangan sekedar untuk membuktikan bahwa betul-betul pada daerah itu ada gelombang. Selanjutnya diratakan dengan menggunakan landasan dan palu perata. Jika gelombang tersebut agak besar, kadang-kadang dengan sedikit kejutan palu yang terkendali gelombang tersebut terdapat kembali ke posisi semuta (permukaan menjadi rata). Akan tetapi ada juga gelombang setelah kembali, ditindis sedikit saja akan kembali bergelombang. Hal ini rnenandakan bahwa pada daerah itu telah terjadi perluasan permukaan sehingga sembung atau cekung. Jika terjadi demikian maka plat harus disusutkan dengan cara membuat gelombang-gelombang kecil. Gelombang yang kecil ini tidak membutuhkan lagi pendempulan yang tebal untuk mendapatkan permukaan yang rata. Dalam proses meratakan gelombang harus selalu dibandingkan dengan model yang di sebelahnya apa sudah sama atau belum. Kadang-¬kadang juga harus di tes dengan menggunakan mistar dengan cara menggerakkan mistar dari atas ke bawah pada model yang utuh lalu diperhatikan keadaannya. Selanjutnya pada permukaan yang diratakan juga dipasang mistar dengan cara yang sama lalu dibandingkan. Untuk gelombang-gelombang yang kecil terkadang sulit dikenali, maka gunakanlah mistar untuk menemukan di mana letak gelombang. Jika gelombang telah ditemukan baru diratakan dengan menggunakan palu dan landasan. Terkadang pada suatu daerah di mana terdapat gelombang, sulit untuk diratakan dengan menggunakan landasan, maka gunakanlah pencungkil yang sekaligus menjadi landasan.

E. Menghilangkan karat.

Pada waktu yang lampau, karat didefinisikan berbagai suatu proses elektro kimia. Namun pada saat ini diketahui bahwa ada pula proses pengkaratan yang mekanismenya belurn terdapat dijelaskan secara pasti, misalnya karat pelarutan selektif, atau yang mekanismenya merutakan gabungan antara proses karat dan fisik, misalnya karat kelelahan yang lasim disebut Corrosion Fatique Berta proses petapukan panda benda padat non metal. Sebab itu sebaiknya namakan Baja karat berbagai proses pembusukan suatu bahan atau proses perubahan sifat suatu bahan akibat pengaruh atau reaksinya dengan tingkungan sekitarnya. Hampir semua bahan fero dan non fero atau bahan logam dan non logam dapat berkarat. Adapun cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya serangan karat adalah dengan menciptakan suatu situasi atau suasana lingkungan yang menetralisir terjadinya proses pengkaratan. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan bahan pelapis permukaan yang anti terhadap suatu jenis karat tertentu atau menggunakan bahan yang tahan terhadap jenis karat tertentu. Pada teknotogi pengecatan, kita hanya berbicara sekitar karat yang terjadi panda logam, cara menghilangkan atau mengurangi, karena untuk menghilangkan sama sekali adalah tidak mungkin. Apabila permukaan panel rusak karena karat, maka cara yang tidak berbahaya untuk menghilangkannya ialah dengan menggunakan larutan. Karat terdapat dibandingkan seperti kanker panda bodi kendaraan. Jika karat tidak secepat mungkin dihilangkan atau paling tidak dicegah perkembangannya, maka karat itu akan mempengaruhi daerah sekitarnya dan akan bertambah terus menerus. Pada tingkat awal karat pada lapisan permukaan logam kelihatan kemerah-merahan. Setanjutnya karat akan terus bertumbuh dan mulai muncul seperti binti-bintik kept. Setelah karat itu bertumbuh maka disebut "Miltasak". Jika karat dibiarkan terus maka bintik-bintik kedua juga terus berubah menjadi bintik-bintik besar dan semakin besar sampai terjadi lobang. Semakin lama lobang semakin besar dan plat mulai hancur secara pelan-pelan. Kalau membersihkan karat, maka seharusnya dihilangkan secara tuntas dan diberi perawatan, karena kalau tidak maka karat akan terus bertumbuh dan merajalela. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama keseluruhan plat menjadi keropos, hancur menjadi karat. Jika hal ini terjadi, maka plat tersebut tidak terdapat lagi berfungsi sebagaimana mestinya karena karat yang sudah para tidak mungkin lagi untuk terdapat dihilangkan. Bahkan platnya sendiri sudah hancur tidak terdapat digunakan. Menghilangkan karat terdapat dilakukan dengan beberapa cara berbagai berikut:
1. Mengamplas.
Jika suatu permukaan panel yang kadar karatnya masih ringan, maka karat tersebut terdapat dihilangkan dengan mengamplas plat tersebut. Gunakan kertas amplas kering untuk mengamplas karat yang demikian. Kertas amplas yang terdapat dipakai tingkat kekasarannya harus disesuaikan dengan berat ringannya karat yang akan diamplas. Jika karat baru kemerah-¬merahan atau sangat ringan, gunakanlah kertas amplas kering yang halus (nomor 0 - 1) ini dimaksudkan agar permukaan tidak tergores sebab jika tergores membutuhkan lagi pendempulan untuk meratakan permukaan tersebut. Jika karat sudah mulai berbintik-bintik kecil gunakan pertama kertas amplas kering dengan tingkat kekasaran sedang (nomor 1 1/2 - 2) baru haluskan dengan kertas amplas halus. Jika bintik bintik karat agak besar, gunakan kertas amplas kasar (nomor 3) lalu haluskan dengan kertas amplas kering yang halus. Karat yang parah seperti plat mulai berlobang¬-lobang kecil tidak terdapat dihilangkan dengan mengamplas.
2. Menggunakan sikat baja
Sikat baja terdiri dari dua jenis yaitu sikat baja yang terdapat digunakan secara manual dan sikat baja yang terdapat digunakan pada mesin dalam hal ini mesin gerinda tangan dapat digunakan. Menghilangkan karat dengan sikat baja secara manual membutuhkan waktu yang agak lama. Sikat baja yang dipasang pada mesin terdapat dibeli di toko-toko cat. Sikat ini tinggal dipasang langsung pada mesin kemudian dikeraskan dengan menggunakan kunci. Sebelum menggunakan sikat baja baik yang manual maupun yang menggunakan mesin, pakailah pakaian kerja secara lengkap yaitu masker, kaca mats, kaos tangan, pelindung dada, dan sepatu.
3. Menghilangkan karat dengan larutan (zat kimia)
Karat-karat yang masih ringan atau masih kecil paling efektif menghilangkannya dengan sistem kimia. Dengan mencairkan suatu bagian larutan dan dua bagian air (suatu banding dual), maka dengan sendirinya terdapat menghemat larutan. Apabita lapisan karat yang akan dibersihkan agak parah maka larutan kimia tidak perlu ditambah dengan air. Terdapat bermacam-macam larutan pembersih karat dalam dunia perdagangan antara lain: yang disebut Metal Prup dan Doxidine. Untuk cars penggunaan larutan ini di Batas suatu permukaan yang berkarat sebaiknya ikuti petunjuk berbagai berikut:
a. Pakaitah kuas panda scat mengutakan cairan panda permukaan. Jaga jangan sampai merusak permukaan panel. (biarkan 10 - 15 menit). Larutan akan bekerja panda bagian-bagian yang berkarat. sebaiknya menggunakan glove apabita mengoles lanutan di Batas suatu permukaan.
b. Gosok dengan steel wol sampai permukaan itu bersih can mengkilat. Steel wol terdapat menotong untuk menghitangkan karat dari bagian-bagian permukaan yang sudah pariah karatnya.
c. Cuci dengan air karena air terdapat menetratisir zat kimia can lap sampai kering. Gunakan lap yang bersih untuk mengeringkan permukaan. Apabita air tidal dihitangkan sampai kering dengan segera make karat akan terjadi lagi.
d. Latar betakang metode inj adalah untuk membersihkan permukaan panel sehingga kering can tidal terdapat lagi kotoran-kotoran panda permukaan.
e. Setelah permukaan panel tersebut sudah dilap dengan kair Lap yang bersih kemudian dikeringkan make permukaan panel tersebut tidal boleti diraba lagi karena panda tangan mungkin terdapat keringat yang mengandung garam can zat asam sehingga terdapat menyebabkan timbutnya karat kembali. Sehubungan dengan itu make sebaiknya menggunakan sarung tangan panda waktu menghilangkan karat dengan suatu lanutan kimia.
f. Apabita permukaan panel sudah dicuci dengan lanutan make permukaan panel itu akan kehhatan keputih-putihan. Tepung yang keputih-putihan inj adalah suatu phosphatic can inj menunjukkan bahwa ada bagian¬bagian yang bebas dari asam. Bagian-bagian seperti itu terdapat membahayakan hasiL pengecatan sebab itu tepung yang keputih-putihan inj harus dihitangkan sebetum pengecatan.
g. Phospate sebenarnya tidal berbahaya untuk suatu permukaan cat can tidal pertu dogosok dengan thinner atau lanutan lain. Setanjutnya permukaan logam yang telah dicuci dengan lanutan pencuci karat sebaiknya secepatnya diberi cat primer untuk menjaga kemunokinan terjadinya karat kembali.

F. Mencat dasar pertama

Cat dasar sebenarnya digunakan pada beberapa lokasi lapisan. Untuk pemakaian cat solid baik cat lacquer rnaupun cat enamel penggunaan cat dasar paling tidak dua kali. Pertama pada permukaan logam dan kedua setetah pengamplasan dempul. Untuk cat metalic dapat ditambahkan dengan cat dasar warna di mana warna yang dipilih berbagai cat dasar ketiga ini adalah warna yang sedikit lebih mudah dari warna cat yang sesungguhnya (top coat). Fungsi cat dasar pertama (primer) adalah paling tidak dua hal yaitu: pertama untuk melapisi permukaan logam agar tertindung dari serangan karat. Kedua adalah berbagai perekat antara permukaan panel dengan lapisan berikutnya seperti dempul dan cat. Sebelum suatu permukaan panel kendaraan dicat dasar pertama maka perlu pembersihan permukaan yang betul-betul bersih dari berbagai kotoran termasuk karat. Selanjutnya perlu pengamplasan untuk melukai permukaan agar cat dasar dapat melekat dengan kuat. Setetah pengamplasan secara keseluruhan kemudian dilap bersih baru dicat dasar. Dewasa ini penggunaan primer type dua komponen sudah menjadi populer sekalipun tersedia primer type suatu komponen. Primer type dua komponen menggunakan hardener sehingga perlu memperhatikan petunjuk penggunaannya agar didapatkan primer yang kuat menutupi permukaan panel. Di pasaran terdapat banyak jenis primer dan untuk type dua komponen sering disebut cat dasar epoxy. Cat dasar epoxy ini juga berbagai merek dengan berbagai tingkat kualitas yang berbeda-beda. Proses pengeringannya pun bervariasi ada yang cepat kering dan ada juga yang lambat kering mulai dari satu jam sampai 24 jam. Kelihatannya bahwa primer type dua komponen yang berkualitas baik adalah primer yang lambat kering yaitu sekitar 24 jam atau satu hari satu malam (kering udara) atau tanpa pengeringan paksa. Biasanya panel yang baru dicat primer pertama ini, komponen¬-komponen yang tidak dibuka yang tidak boleh kena cat belum ditutup dengan kertas penutup. Hal ini karena proses pengerjaan kendaraan tersebut masih panjang sehingga jika sudah ditutupi dengan kertas kemungkina kertas penutup terdapat rusak atau robek. Sehubungan dengan itu maka setelah pengecatan cat dasar pertama ini, segeralah cuci dengan thinner komponen-komponen yang tidak ditutupi tersebut. Jika lama baru dicuci dengan thinner maka cat sulit untuk bersih. Container plastic tidak direkomendasikan berbagai tempat mencampur wash primer, karena kemungkinan terdapat terjadi reaksi kimiawi yang terdapat menurunkan kualitas pengecatan. Gunakanlah alat pengaman seperti kaca mata pengaman (goggles), respirator, sarung tangan tahan pelarut pada saat rnengecat. Urethene dan epoxy primer memerlukan mengeringan buatan. Jika tidak menggunakan mengering paksa biarkanlah mengering, setama 24 jam baru melakukan suatu lapisan berikutnya seperti pendempulan. Jangan sekali-kali mendempul di atas cat dasar epoxy yang belurn kering betul. Pendempulan di atas cat primer yang belum kering akan menyebabkan cat primer tersebut akan terkelupas dan yang tertutupi dempul tidak akan kering.

Selasa, 09 Agustus 2011

LAS TIG

Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu.

Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pada waktu ini telah dipergunakan lebih dari 40 jenis pengelasan termasuk pengelasan yang dilaksanakan dengan cara menekan dua logam yang disambung sehingga terjadi ikatan antara atom-atom molekul dari logam yang disambungkan.

Pengelasan TIG (tungsten inert gas) adalah teknik pengelasan berkualitas tinggi dengan kecepatan peleburan/penyatuan yang rendah. Arc terbakar antara elektroda tungsten dan bagian yang dikerjakan; elektrodanya tidak meleleh, jadi hanya berfungsi sebagai penghantar arus dan pembawa arc.

Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas, untuk pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya sampai 3410° C, sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik.

Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan.

Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.

Sebagai gas pelindung dipakai argin, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.
Pembakar las TIG terdiri dari :

Keterangan gambar:
1. Penyedia arus
2. Pengembali air pendingi,
3. Penyedia air pendingin,
4. Penyedia gas argon,
5. Lubang gas argon ke luar,
6. Pencekam elektroda,
7. Moncong keramik atau logam,
8. Elektroda tungsten,
9. Semburan gas pelindung.


Jumat, 03 Juni 2011

ILMU SOSIAL BUDAYA: MANUSIA DAN CINTA KASIH DALAM ISLAM

Masyarakat Islam memiliki ciri khas dalam Fikrah (pemikiran) dan pemahamannya, maka mereka juga memiliki ciri khas dalam masalah perasaan dan kasih sayang.

Masyarakat lslam memiliki keistimewaan dalam hidupnya, yaitu selalu diliputi oleh persaudaraan yang kuat dan perasaan cinta yang dalam di antara sesama mereka seluruhnya. Meskipun tempat tinggal mereka berjauhan, tanah air mereka berpencaran, jenis dan warna kulit mereka bermacam-macam, serta posisi dan status sosial mereka berbeda-beda.

Oleh karena itu masyarakat yang orang-orangnya hidup secara sendiri-sendiri, tidak mau membantu atau merasakan sakit orang lain dan tidak ikut merasakan kesusahan mereka serta tidak bergembira dengan kegembiraan mereka maka bukanlah masyarakat Islam.

A. Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat kata cinta. Karena itu cinta kasih diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan belas kasihan.

Cinta memegan peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

B. Cinta Dalam Pandangan Islam

Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.

Didalam kitab suci Al-Qur’an ditemuai adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut adalah berdasarkan firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah : bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal nyang kamu sukai ; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”.

Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Bagi setiap orang islam yang bertakwa, sudah menjadi kaharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan konsekuensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama.

Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-qur’an.

a. Cinta Diri

Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia pun mencintai segala sesuatu yang mendatngkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya.

b. Cinta Kepada Sesama Manusia

Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Al-qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.

c. Cinta Kepada Allah

Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dengan shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta.sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

d. Cinta Kepada Rasul

Cinta kepada Rasul yang diutus Allah sebagai rahma bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

ERGONOMI: IKLIM KERJA

Iklim kerja adalah terjadinya perubahan suhu tempat kerja sehingga menimbulkan panas yang mengganggu kenyamanan dan produktivitas kerja. Iklim kerja terjadi karena; a) climatic factor (suhu udara, kelembaban, radiasi dan kecepatan udara), b) non climatic factor (panas metabolism, pakaian kerja dan tingkat aklimatisasi).

Petukaran panas tubuh dengan lingkungan melalui Konduksi (kontak benda), konveksi (peralatan udara), radiasi (gelombang elektromagnetik), dan evaporasi (penguapan keringat).

Pengaturan suhu oleh tubuh dimulai dari darah mengangut panas keseluruh tubuh dan bila berlebihan akan terjadi pengeluaran keringat dan panas badan akan turun. Jika panas sangat kurang maka badan akan menggigil dan panas badan akan meningkat karena metabolism akan meningkat.

Adapun faktor yang mempengaruhi toleransi tubuh terhadap panas adalah aklimatisasi (proses penyusuaian terhadap cuaca kerja), kegemukan badan, umur, jenis kelamin, kesehatan dan suku bangsa.

Pengaruh tekanan panas diakibatkan oleh kelainan sistematik (heat stroke/heat exhaustion), kelainan kulit (sun burn, anhidrosis, miliarubra), kelainan psikoneurotik (kelelahan ringan dan kronik dimana prestasi kerja pikir, respon, dan kecepatan otot masing-masing menurun).

ERGONOMI: SIKAP TUBUH DAN KERJA

Sikap tubuh adalah suatu posisi bagi tubuh seseorang dalam melakukan kegiatan. Dimana, dalam melakukan kegiatan diperlukan rasa yang nyaman sehingga efisiesi kerja dan produktivitas kerja dapat optimal. Agar mendapatkan sikap tubuh yang ergonomi dalam bekerja, perlu diperhatikan sikap duduk dan berdiri secara bergantian. sikap tubuh yang bekerja secara tidak alamiah harus dihindari agar tercipta rasa nyaman pada saat bekerja.

Daerah kerja pada posisi duduk haruslah mudah untuk mengontrol gerakan kaki, dan semua sarana yang diperlukan mudah dijangkau sambil duduk dikursi.

Daerah kerja pada posisi berdiri harus dihindari dari posisi badan membungkuk baik karena peralatan yang rendah maupun jangkauan terlalu jauh, tidak memungkinkan untuk ruang yang sempit.

Tinggi permukaan pekerjaan sebaiknya tidak terlalu jauh berbeda dari tangan dan lengan. Jika pekerjaan terlalu tinggi jangkauan maka bahu akan naik untuk meninggikan lengan yang akibatnya menimbulkan kejang pada bahu dan lengan. Sebaliknya jika terlalu rendah maka badan akan membungkuk.

Jadi untuk mendapatkan efesiensi dan optimalisasi kerja maka tempat duduk dan meja kerja harus sesuai dengan standar antropometri.

Selasa, 17 Mei 2011

HUKUM AGRARIA “HAK MILIK ATAS TANAH"

Sudah 48 tahun usia Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) No 5 Tahun 1960. Namun selama kurun waktu itu pula persoalan sengketa tanah mengenai hak Milik tak pernah reda. Masalah tanah bagi manusia tidak ada habis-habisnya karena mempunyai arti yang amat penting dalam penghidupan dan hidup manusia sebab tanah bukan saja sebagai tempat berdiam juga tempat bertani, lalu lintas, perjanjian dan pada akhirnya tempat manusia berkubur.

Sebagaimana diketahui sebelum berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria berlaku bersamaan dua perangkat hukum tanah di Indonesia (dualisme). Satu bersumber pada hukum adat disebut hukum tanah adat dan yang lain bersumber pada hukum barat disebut hukum tanah Barat. Dengan berlakunya hukum agraria yang bersifat nasional (UU No. 5 Tahun 1960) maka terhadap tanah-tanah dengan hak barat maupun tanah-tanah dengan hak adat harus dicarikan padanannya di dalam UUPA. Untuk dapat masuk ke dalam sistem dari UUPA diselesaikan dengan melalui lembaga konversi.

Konversi adalah pengaturan dari hak-hak tanah yang ada sebelum berlakunya UUPA untuk masuk sistem dalam dari UUPA (A.P. Parlindungan, 1990 : 1).

Secara akademis dapat dikemukakan bahwa penyebab terjadinya konflik di bidang pertanahan antara lain adalah keterbatasan ketersediaan tanah, ketimpangan dalam struktur penguasaan tanah, ketiadaan persepsi yang sama antara sesama pengelola negara mengenai makna penguasaan tanah oleh negara, inkonsistensi, dan ketidaksinkronisasian. Ini baik secara vertikal maupun secara horizontal peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan tanah, praktek-praktek manipulasi dalam perolehan tanah pada masa lalu dan di era reformasi muncul kembali gugatan, dualisme kewenangan (pusat-daerah) tentang urusan pertanahan serta ketidakjelasan mengenai kedudukan hak ulayat dan masyarakat hukum adat dalam sistem perundang-undangan agraria.

Di satu pihak masyarakat masih tetap menggunakan hukum adat sebagai sandaran peraturan pertanahan dan diakui oleh komunitasnya, akan tetapi di lain pihak, hukum agraria nasional belum sepenuhnya mengakui validitas hukum adat tersebut.

Maka dari itu, perlu pengaturan hak milik atas tanah. Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) UUPA terdiri dari:

  1. Hak Milik.
  2. Hak Guna Usaha.
  3. Hak Guna Bangunan.
  4. Hak Pakai.
  5. Hak Sewa.
  6. Hak Membuka Tanah.
  7. Hak Memungut Hasil Hutan.
  8. Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak yang tersebut di atas yang akan ditetapkan dengan Undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara.

Hak atas tanah meliputi semua hak yang diperoleh langsung dari negara disebut hak primer dan semua hak yang berasal dari pemegang hak atas tanah lain berdasarkan pada perjanjian bersama, disebut hak sekunder. Kedua hak tersebut pada umumnya mempunyai persamaan, di mana pemegangnya berhak untuk menggunakan tanah yang dikuasainya untuk dirinya sendiri atau untuk mendapat keuntungan dari orang lain mendalui perjanjian dimana satu pihak memberikan hak-hak sekunder pada pihak lain.

Hak atas tanah yang diperoleh dari negara terdiri dari Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai dan Hak Pengelolaan. Tiap-tiap hak mempunyai karakteristik tersendiri dnn semua harus didaftarkan menurut ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Pasal 20 UUPA hak milik adalah hak turun temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain.

Salah satu kekhususan dari Hak Milik ini tidak dibatasi oleh waktu dan diberikan untuk waktu yang tidak terbatas lamanya yaitu selama hak milik ini masih diakui dalam rangka berlakunya UUPA, kecuali akan ketentuan Pasal 27 UUPA. Pasal 27 UUPA menjelaskan bahwa Hak Milik itu hapus apabila :


* Tanahnya jatuh kepada negara:
  1. Karena pencabutan hak berdasarkan Pasal 18
  2. Karena penyerahan dengan sukarela oleh pemiliknya
  3. Karena diterlantarkan
  4. Karena ketentuan Pasal 21 ayat (3) dan Pasal 26 ayat (2)

* Tanahnya musnah.

Pada asasnya badan hukum tidak mungkin mempunyai tanah dengan hak milik kecuali ditentukan secara khusus oleh Undang-undang atau peraturan lainnya, seperti yang telah ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1973 yaitu:

  1. Bank-bank yang didirikan oleh negara.
  2. Perkumpulan-perkumpulan Koperasi pertanian yang didirikan berdasarkan undang-undang Nomor 79 Tahun 1958.
  3. Badan-badan keagamaan yang ditunjuk oleh menteri pertanian/agraria setelah mendengar menteri agama.
  4. Badan-badan sosial yang ditunjuk oleh menteri pertanian/agraria setelah mendengar menteri sosial.

Penjelasan umum UUPA menerangkan bahwa dilarangnya badan hukum mempunyai hak milik, karena memangnya badan hukum tidak periu mempimyai hak milik tetapi cukup bagi keperluan-keperluan yang khusus yaitu hak-hak lain selain hak milik.

Tanah merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat vital bagi manusia, baik dalam fungsinya sebagai sarana untuk mencari penghidupan (pendukung mata pencaharian) di berbagai bidang seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri, maupun yang dipergunakan sebagai tempat untuk bermukim dengan didirikannya perumahan sebagai tempat tinggal.

Ketentuan yuridis yang mengatur mengenai eksistensi tanah yaitu terdapat dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (selanjutnya disebut UUPA), yang merupakan pelaksanaan dari ketentuan Pasal 33 ayat (3) Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Adapun pengejawantahan lebih lanjut mengenai hukum tanah banyak tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan lainnya seperti Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah; Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Keputusan Pemberian Hak atas Tanah; dan lain-lain